Zero waste Life style, Gaya Hidup UNISA Yogyakarta yang baru demi bumi lebih indah
Zerowaste Life style, Gaya Hidup UNISA Yogyakarta
yang
baru demi bumi lebih indah
|
Nama |
: |
Winda
Hafifa |
|
Prodi |
: |
D3
Radiologi |
|
Nim |
: |
2410505093 |
|
Khafilah |
: |
Elida
Djazman_35 |
Isu
lingkungan, menjadi salah satu isu yang tidak akan habis dibahas. Terlebih
mengenai pengelolaan sampah yang terus menjadi masalah, yang kemudian berdampak
buruk untuk lingkungan dan masyarakat.Saat ini sudah banyak gambaran kerugian
dari sampah, disebabkan beberapa sampah bersifat tidak mudah terurai Khusus
sampah plastik,seperti yang diketahui bahwa plastik memiliki karakteristik yang
unik berasal dari polimerisasi sintetik atau semi sintetik, dan membutuhkan
waktu lama untuk terurai secara alamiah. Sebelum akhirnya benar-benar terurai
plastik lebih dulu menjadi microplastik. Microplastik merupakan partikel
plastik kecil berukuran 5mm atau lebih kecil hasil degradasi yang dapat
terangkut oleh udara dan media air. Microplastic yang terbawa oleh udara akan
semakin membahayakan dari sisi sebaran,ekosistim daratan, ekosistim perairan,
perubahan iklim dan lingkungan. Persoalan sampah ini dapat membahayakan bagi
seluruh mahluk hidup, termasuk manusia. Pada tahun 2020 Dirjen Pengelolaan Sampah,
Limbah, dan Bahan Berbahaya Beracun, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
(KLHK) menyatakan bahwa produksi sampah mencapai 67,8 juta ton sampah. bahkan
Indonesia dinyatakan sebagai peyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia.
Tentunya fakta yang sangat miris. Limbah sampah tersebut menimbulkan berbagai
persoalan seperti, tercemarnya laut, tampungan TPA yang sudah melampaui batas,
hingga tercemarnya lingkungan.
Seperti
yang telah dilakukan oleh Universitas Aisyiyah Yogyakarta ia telah menegaskan
komitmennya untuk menjaga lingkungannya kampus hijau menjadi tempat yang bersih
dan sehat langkahnya tak dilakukan melalui serangkaian kegiatan yang melibatkan
seluruh komunitasnya dalam memberikan dampak positif bagi lingkungan
sekitarnya.Nah salah satu inisiatif utama yang dilakukannya ialah merupakan
gerakan sosialisasi dan implementasi program Lodong Sisa Dapur Lingkungan
(LOSIDA).program ini tidak hanya mengedukasi, tetapi juga melibatkan warga
sekitar kampus dengan pembagian komposter LOSIDA dan Ember tumpuk.Langkah ini
memberikan peluang bagi masyarakat sekitar untuk turut berperan aktif dalam
mengolah limbah dapur secara efisien dan ramah lingkungan.
Bukan
hanya itu Universitas Aisyiyah Yogyakarta juga berkontribusi melalui zero
sampah plastik,yakni mereka tidak memperbolehkan adanya sampah luar yang masuk
kedalam Universitasnya ia hanya memperbolehkan membawa alat makan sendiri dari
rumah, Bukan
hanya itu saja tetapi Unisa juga melakukan kegiatan yang rutin ia lakukan yaitu
senam bersama, senam ini merupakan partisipasi karyawan dalam menjaga
kesehatannya secara berkala. Hal ini guna untuk menunjukkan kesejahteraan dan
kesehatan anggota kampus serta memastikan mereka tetap dalam kondisi Prima
untuk berkontribusi secara maksimal dalam lingkungan akademiknya.
Karena
menurut mereka karyawan yang sehat baik secara fisik, maupun mental, dapat
memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan kampus. Selain itu, lingkungan
kampus yang bersih dan hijau juga berdampak positif bagi seluruh masyarakat
kampus. Bukan
hanya itu Unisa juga berfokus kepada kepeduliannya terhadap masyarakat sekitar
dengan cara mengadakan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah.
Dengan
adanya sosialisasi tersebut berharap dapat membuka masyarakat dalam mengatasi
masalah sampah,dan juga bahwasanya masalah tersebut dapat teratasi dengan
adanya kerjasama antara institusi pendidikan dan masyarakat sekitar. Dengan
inisiatif-inisiatif progresifnya,UNISA tidak hanya menjadi lembaga pendidikan
tetapi juga menjadi teladan dalam menjaga lingkungan kesehatan dan kesejahteraan
bagi seluruh masyarakat kampus dan masyarakat di sekitarnya Hal ini membuktikan
komitmen mereka dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi masa depan
yang berkelanjutan
Komentar
Posting Komentar