Mengurangi bahaya diabetes mellitus pada anak

 

WASPADA DIABETES PADA ANAK

Judul

:

Mengenali bahaya diabetes mellitus pada anak

Nama

:

winda hafifa

Nim

:

2410505093

Fakultas

:

ilmu kesehatan

Prodi

:

D3 Radiologi

 

Diabetes mellitus (DM) atau penyakit kencing manis adalah gangguan metabolisme yang timbul akibat peningkatan kadar gula darah diatas nilai normal yang berlangsung secara kronis atau penyakit kronik dengan insiden yang semakin meningkat di seluruh dunia. Penyakit ini tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga pada anak. Diabetes mellitus ditandai dengan peningkatan kadar gula darah akibat gangguan produksi insulin, gangguan kerja insulin, atau keduanya. Insulin berfungsi mengatur penggunaan glukosa oleh otot, lemak atau sel-sel lain di tubuh. Apabila produksi insulin berkurang, maka akan menyebabkan tingginya kadar gula dalam darah serta gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Berdasarkan penyebabnya, DM dikelompokkan menjadi empat jenis, yaitu DM tipe-1, DM tipe-2, DM tipe lain dan diabetes pada kehamilan atau gestasional. Pada anak, jenis DM tersering adalah tipe-1, terjadi defisiensi insulin absolut akibat kerusakan sel kelenjar pancreas oleh proses autoimun. Masalah utama DM tipe-1 di Indonesia adalah kesadaran Masyarakat dan tenaga Kesehatan yang kurang sehingga banyak pasien tidak terdiagnosis dan tidak mendapatkan tata laksana adekuat.

Trend isu yang saat ini sedang ramai dibicarakan adalah peningkatan angka diabetes yang terjadi pada anak, sesuai data yang dikeluarkan oleh IDI (Ikatan Dokter Indonesia) pada bulan januari 2023 bahwa prevalensi kasus diabetes pada anak meningkat 70 kali lipat pada januari 2023. Jumlah tersebut dibandingkan dengan jumlah diabetes anak tahun 2010 atau 0,028 per 100.000 anak dan 0,004 per 100.000 jiwa pada tahun 2000. Kasus diabetes pada anak mencapai 2 per 100.000 jiwa per Januari 2023. Pada anak, kasus diabetes yang banyak ditemukan adalah tipe 1. Sedangkan, diabetes tipe 2 sebanyak 5-10 persen dari keseluruhan kasus diabetes anak. berdasarkan jenis kelamin bahwa penderita diabetes (diabetisi) persentase paling banyak adalah perempuan, maka tidak dapat dipungkiri perempuan diabetes akan melahirkan bayi yang kelebihan berat badan di atas 4 kg dan memiliki genetik penyakit diabetes yang dominan.

 

Banyak faktor yang menyebabkan prevalensi kasus diabetes pada anak meningkat dan ada dua teori yang muncul dengan meningkatnya angka diabetes anak. Pendapat pertama bahwa anak yang mengalami diabetes tersebut bukan digolongkan pada golongan diabetes tipe 1 (Juvenille Diabetes) karena anak yang menderita diabetes di awali dulu dengan metabolic syndrome seperti kelebihan berat badan yang mengakibatkan resistensi insulin atau kekurangan insulin, jadi kronologisnya tidak seperti kasus diabetes tipe 1    atau sering dikenal juga dengan diabetes tipe 1 adalah kondisi di mana tubuh tidak bisa menghasilkan insulin dengan cukup karena adanya kerusakan pada sel pankreas. Jenis diabetes ini merupakan kelainan autoimun dan seringnya diderita oleh anak-anak dan remaja. Sedangkan pendapat ke 2 lebih melihat pada umur mereka, tidak melihat peenyebab dari diabetes itu sendiri, yang penting ketika penderita diabetes tersebut masih berusia di bawah 18 tahun maka tergolong diabetes anak tipe 1.  Saya pribadi lebih sependapat dengan teori yang pertama dengan kata lain kasus diabetes yang banyak terjadi pada anak bukan sekonyong konyong adanya kerusakan pankreas (atau tergolong tipe 1) tapi mereka dimulai dengan sindrome metabolik berupa kelebihan berat dan yang mengakibatkan resistensi insulin atau kekurangan insulin.

 

Beberapaa faktor dapat membuat anak terkena diabetes yang paling jadi sorotan adalah pola makan dan aktivitas anak contohnya jajanan anak kekinian yang tidak jelas mengenai nilai gizi atau nutrisinya seperti minuman soda, minuman boba dengan kadar gula yang tinggi, pisang cokelat lumer, dan jajanan lainnya yang bisa jadi mengandung tinggi gula atau bahan bakunya adalaah tepung terigu (Indeks Glikemik dan kalorinya tinggi). Kondisi anak menjaadi diabetes di awali dengan kelebihan berat badan yang berujung pada obesitas, bukanlah salah Si Anak itu sendiri lebih banyak peran orang tua yang mendidik anak tersebut.   

 

Berikut adalah gejala-gejala yang perlu diwaspadai jika anak menderita DM :

o    Banyak makan

 

Anak dengan DM akan merasakan lapar terus-menerus meski baru selesai makan. Rasa lapar ini didorong oleh jumlah insulin yang tidak memadai sehingga gula tidak dapat diolah menjadi energi;

 

o    Banyak minum

 

Anak akan merasa haus terus-menerus karena ketidakmampuan tubuh memproduksi hormon insulin sehingga tubuh mengalami dehidrasi;

 

o    Banyak kencing dan mengompol

 

Rasa haus yang menyebabkan anak selalu minum tidak diimbangi dengan kemampuan tubuh untuk menyerap cairan dengan baik. Anak dengan DM akan lebih sering buang air kecil dari pada frekuensi normal, terutama di malam hari.

o    Penurunan berat badan yang drastis dalam 2-6 minggu sebelum terdiagnosis

 

Meski anak sering minta makan, tetapi tubuhnya tidak bertambah gemuk, melainkan cenderung kehilangan berat badan dalam jumlah yang cukup signifikan. Hal ini diakibatkan oleh ketidakmampuan tubuh dalam menyerap gula darah dalam tubuh sehingga menyebabkan jaringan otot dan lemak menyusut;

 

o    Kelelahan dan mudah marah

 

Tubuh anak yang tidak mampu menyerap gula dari makanan membuatnya kekurangan energi sehingga mudah merasa lelah. Anak juga akan mengalami gangguan perilaku dan perubahan emosi menjadi cepat marah dan murung;

 

o    Tanda kedaruratan lainnya yang perlu diwaspadai, antara lain sesak napas, dehidrasi, syok dan napas berbau keton.

 

 

 

Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan anak penderita diabetes untuk mengendalikan diabetes :

·         Pemantauan kadar glukosa di dalam darah 

·         Menyuntikkan insulin.

·         Belajar menghitung kandungan karbohidrat (Carbohydrat Accounting) di dalam makanan dan minuman.

·          Mengunjungi dokter secara berkala untuk memeriksakan kondisi kesehatan, termasuk diabetesnya.

Berikut tindakan pencegahan diabetes pada anak :

1.      Mempertahankan berat badan ideal.

2.      Makan buah dan sayur

Sesuai dengan semboyan gizi seimbang (yang dulu 4 sehat 5 sempurna) harus diaplikasikan dengan gizi seimbang isi piringku kemenkes RI, bahwa mengkonsumsi jumlah karbohidrat harus sebanding (sama) dengan jumlah sayuran. 

3.      Aktif berolahraga

Untuk mencegah kelebihan berat badan yang berlanjut pad obesitas maka biasakan anak kita untuk berolahraga setidaknya 30 menit sehari.

4.      Pilih makanan yang memiliki Indeks Glikemik Rendah atau sedang

Makan manis yang mengandung gula banyak digemari anak-anak merupakan makanan yang memiliki nilai indeks glikemik tinggi dimanan bila kita terlalu sering mengkonsumsi makanan yang memiliki nilai indkes glikemik tinggi menyebabkan kenaikan gula darah secara tiba tiba dan akan turun lagi dengan cepat mengkibatkan tubuh akan sering mengalami keterkejutan. Tepai bila kita mengkonsumsi makanan yang memiliki nilai indeks glikemik sedang atau rendah makan kenaikan gula darah akan landai (tidak cepat secara tiba tiba) dan turun lagi dengan waktu yang lama.

Penting bagi orangtua untuk bisa menjaga anak dari penyakit diabetes. Karena DM pada remaja berakibat jangka pendek yaitu tingkat kesakitan yang meningkat yang berimbas dana pengobatan yang meninngkat, jangka menengahnya adalah tingkat perstasi dan produktivitas anak akan menurun karena adanya penyakit dalam tubuhnya, serta jangka panjangnya karena penderita DM pada remaja banyaknya wanita makan akan berimbas remaja putri tersebut nantinya akan melahirkan anak yang memiliki bayi berat badan lahir yang besar (diatas 4 kg) dan memiliki genetic DM, sehingga akan melahirkan generasi generasi penerus yang memiliki angka kesakitan yang tinggi.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

dr. Kurniadi helmanu & Nurrahmani,S,Kep.,Ns (2014).stop diabetes hipetensi kolestrol tinggi jajntung koroner,193

https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2612/diabetes-melitus-pada-anak

file:///C:/Users/ACER/Downloads/1502-4641-6-PB.pdf

https://p2ptm.kemkes.go.id/tag/anak-juga-bisa-diabetes

Komentar

Postingan populer dari blog ini